Masalah Wanita Hamil Atau Menyusui Di Bulan Ramadhan

Diposting oleh fadhol pada 06:16, 19-Mei-13

Di: ARTIKEL

Assalamu'alaikum wr.Wb

Jikalau hari ini masih ada yang belum tahu tentang bagaimana menyikapi masalah orang hamil atau menyusui di bulan Ramadhon dan tida mampu berpuasa, serta bagaima cara menggantinya?
Apakah harus di qadla?
Apakah wajib bayar fidiyah?
Apakah kedua-duanya?

Mungkin untaian singkat dibah ini dapat membantu anda,
================================
Masalah wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak ada nash yang sharih untuk menetapkan bagaimana mereka harus mengganti puasa wajib.

Yang ada nashnya dengan tegas adalah orang sakit, musafir dan orang tua renta yang tidak mampu lagi berpuasa. Orang sakit dan musafir dibolehkan untuk tidak puasa, lalu sebagai konsekuensinya harus mengganti (qadha'wink dengan cara berpuasa juga, sebanyak hari yang ditinggalkannya. Sedangkan orang yang sudah sangat tua dan tidak mampu lagi untuk berpuasa, boleh tidak berpuasa namun tidak mungkin baginya untuk mengqadha (menganti) dengan puasa di hari lain. Maka Allah SWT menetapkan bagi mereka untuk membayar fidyah, yaitu memberi makanan kepada fakir miskin sebagai satu mud.

Satu mud = ukurang yg mengenyangkan orang dalam sekali makan

itu diberikan sehari 3x dan sebanyak puasa yang ditinggalkan

Dalil atas kedua kasus di atas adalah firman Allah SWT:

Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan, maka (dibolehkan berbuka dengan mengganti puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang- orang yang berat menjalankannya membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. (QS. Al-Baqarah: 184)

================================
Lalu, bagaimana dengan wanita hamil dan menyusui?
apakah mengganti dengan puasa atau dengan bayar fidyah?
Atau malah kedua-duanya?

dalam hal ini, para ulama berbeda.

1.Jumhur Ulama
Dalam kitab Kifayatul Akhyar, disebutkan bahwa masalah wanita hamil dan menyusui dikembalikan kepada motivasi atau niatnya.
~> Kalau tidak puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dianggap dirinya seperti orang sakit. Maka menggantinya dengan cara seperti mengganti orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain. Sebaliknya,
~> kalau mengkhawatirkan bayinya maka dianggap seperti orang tua yang tidak punya kemampuan, maka cara menggantinya selain dengan puasa, juga dengan cara seperti orang tua, yaitu dengan membayar fidyah. Sehingga membayarnya dua-duanya.

2. Pendapat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma,

wanita yang hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa.
~> Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu puasa.
================================
Mungkin itu dulu yang dapat saya sampaikan, mungkin diantara anda yg lebih faham tentang ini mohon maaf jika ada penjelasan yang kurang tepat, mohon untu di ma'fu

wassalamu'alaikum wr.Wb

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "Masalah Wanita Hamil Atau Menyusui Di Bulan Ramadhan"

arif setiadi pada 18:08, 15-Jun-13

hadir om fadhol mrgreen

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar